Tikus merupakan jenis binatang pengerat yang menjadi binatang pengganggu, baik di rumah maupun dipersawahan. Binatang ini mempunyai gigi pengerat yang akan selalu tumbuh apabila tidak diasah atau digunakan untuk mengasah sesuatu.Selain itu, tikus juga binatang yang cepat sekali berkembang biak. Dalam sekali kelahiran, setidaknya ada 4-12 anakan tikus dari satu induk.Dan setelah 48 hari tikus betina sudah siap untuk bunting lagi, sehingga populasinya dapat bertambah banyak dalam waktu singkat.Tanaman padi yang diserang tikus biasanya dimulai dari tengah kemudian baru ke pinggir. Serangan tikus bisa pada awal tanam ataupun setelah berbuah. Akhir-akhir ini, tikus tidak hanya menyerang tanaman padi, bahkan tanaman tebu dan jagungpun tidak luput dari serangan tikus.Maka dari itu Minggu pagi ini (02/05/2021) pukul 07:00 WIB di Gubuk Tani SRI SEDONO Dusun JAJAR Desa Sumbergayam Kec. Durenan Kab. Trenggalek dilaksanakan Gerakan Pengendalian Hama Tikus (Pembagian dan Pemasangan Racun Tikus). Hadir dalam gerakan ini Kepala Desa beserta perangakat desa Sumbergayam dan anggota kelompok Tani SRI SEDONO dan beberapa warga yang mempunyai tanah garapan di Dusun JAJAR Desa Sumbergayam.Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok tani SRI SEDONO dan beberapa warga yang mempunyai tanah garapan di Dusun JAJAR Desa Sumbergayam antusias membawa beras dengan luas wilayah lahan persawahan masing-masing, yakni 100ru=2 ons beras yang nantinya akan ditukarkan dengan umpan berupa beras yang sudah dicampur dengan racun tikus guna mengendalikan dan menekan populasi tikus.Dalam aplikasi dilapang, Beras yang dicampur dengan racun tikus bisa langsung digunakan sebagai umpan, tinggal dialasi Merang (kulit padi) lalu diatasnya lagi ditumpuk dengan beras yang sudah dicampur dengan racun tikus, setelah itu ditutup dengan merang (kulit padi) lagi.Gerakan ini berakhir pada pukul 10.00 WIB dan petani masih harus menunggu perkembangan hasilnya sampai besok pagi.